Untuk melengkapi tulisan di weblog Sukoharjo ini dengan tulisan yang beragam, kali ini saya ingin menulis tentang sebuah band favorit saya, Padi. Tulisan dan penilaian di dalamnya mungkin somewhat subyektif. Mohon dimaklumi.
Band Padi memang seperti padi adanya. Semakin berisi, malah semakin menunduk. Band Padi merintis karir dalam dunia musik sejak dari bawah. Mereka merangkak mulai dari band kampus hingga sampai sekarang boleh dikategorikan sebagai band papan atas tanah air.
Beberapa hal yang membuat saya cukup suka dengan grup band Padi antara lain adalah
Bermakna. Tidak semua band di Indonesia dan bahkan band di dunia ini yang mampu menciptakan syair yang bermakna sangat dalam. Pilihan kata dan kalimat yang terdapat dalam lagu mereka mengandung arti yang bukan hanya menghibur, tapi juga menjadi bahan perenungan bagi saya. Syair mereka banyak yang mengandung filsafat kehidupan. Bukan sekedar syair yang mengumbar/menonjolkan perselingkuhan, kebencian, pertengkaran, dan hal negatif lainnya.
Berbeda. Secara sederhana saya menggolongkannya sebagai musik pop. Musik dan arransemen yang diciptakan band Padi mempunyai ciri yang berbeda. Saya bukanlah ahli dalam bermusik, tapi ijinkanlah saya memberikan penilaian dalam musik mereka.
Solid. Sejak dari pertama kali mengeluarkan album, komposisi pemain inti band Padi sama hingga sekarang. Tidak berkurang dan tidak bertambah. Ini menunjukkan bahwa mereka merupakan tim yang solid. Tidak mengutamakan egoisme salah satu atau dua anggota band, seperti band-band lainnya yang sering cerai berai karena egoisme salah satu pihak.
Positif. Saya pikir, kehadiran mereka dalam dunia hiburan di Indonesia cukup positif. Dalam arti, tidak terlalu banyak gosip yang menerpa mereka. Tidak banyak konfik baik internal maupun eksternal.
Hal tersebut adalah beberapa penilaian saya terhadap band Padi. Saya pikir musisi Indonesia, baik yang sudah ternama maupun yang sedang memulai karirnya, belajar pada band ini. Menghadirkan musik dan syair yang mendidik masyarakat, dan memberikan contoh dan citra yang baik bagi para pendengarnya. Bukan sekedar band yang berbicara kesetiaan cinta namun dalam kenyataan hidup sebenarnya penuh dengan pertengkaran dan perselingkuhan.
Saya punya kaset padi sejak album pertama hingga yang terkini (ke-5). Salah satu lagu favorit saya berjudul “Harmony”. Video klip dan syairnya adalah sebagai berikut.
Aku mengenal dikau tak cukup lama, separuh usiaku
Namun begitu banyak pelajaran yang aku terima
Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud harmoni
Segala kebaikan takkan terhapus oleh kepahitan
Kulapangkan resah jiwa karna kupercaya kan berujung indah
Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud harmoni, harmoni, harmoni
Sukoharjo (Espos)–Isteri tersangka teroris Dulmatin, Istiadah belum bersedia memberikan pernyataan terkait tewasnya suaminya dalam penyergapan di Pamulang, Tangerang, Banten. Dalam kesempatan itu, Istiadah yang [...] […]
Sukoharjo (Espos)–Tim gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menyita daging ayam busuk yang dijual di Pasar Tawangsari dalam kegiatan inspeksi mendadak (Sidak) yang digelar, Rabu [...] […]
Sukoharjo (Espos)–Sebuah rumah dan toko kelontong di Jl Raya Solo Baru tepatnya di Dukuh Ngasinan RT 01/RW IV Desa Kwarasan, Grogol ludes dilalap [...] […]
Sukoharjo (Espos)–Sejunlah anggota komisi I menengarai keberadaan tenaga honorer yang terus bertambah makin membebani anggaran daerah. Pasalnya, dalam APBD 2010 anggaran untuk tenaga [...] […]
Sukoharjo (Espos)–Puluhan orang karyawan PT Nusantara Indah Makmur melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk protes atas diterimanya kembali salah satu atasan mereka yang [...] […]
Sukoharjo (Espos)–Dua pelaku pencurian kayu di kawasan hutan lindung di Desa Kamal, Kecamatan Bulu digulung jajaran Polres Sukoharjo. Kedua pelaku masing-masing Supardi, 32, [...] […]
Sukoharjo (Espos)–Delapan partai politik (Parpol) yang ditegur Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Sukoharjo lantaran belum mempertanggungjawabkan penggunaan dana APBD dari [...] […]
Sukoharjo (Espos)--Forum Komunikasi Perangkat Desa (FKPD) 5/79 meminta perlindungan dan keadilan hukum kepada Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Bibit Waluyo terkait Peraturan Daerah (Perda) [...] […]
Sukoharjo (Espos)–Kapolres Sukoharjo AKBP Suharyono mencabut permohonan izin Kanit Idik III Satreskrim Polres Sukoharjo, Iptu Joko Sugiyanto untuk mengikuti penjaringan bakal calon bupati [...] […]
Sukoharjo (Espos)–Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sukoharjo menilai data keuangan yang dibuat kepengurusan lama amburadul. Sebab, data keuangan yang mereka [...] […]
Band Padi Penuh Dengan Filosofi
Untuk melengkapi tulisan di weblog Sukoharjo ini dengan tulisan yang beragam, kali ini saya ingin menulis tentang sebuah band favorit saya, Padi. Tulisan dan penilaian di dalamnya mungkin somewhat subyektif. Mohon dimaklumi.
Band Padi memang seperti padi adanya. Semakin berisi, malah semakin menunduk. Band Padi merintis karir dalam dunia musik sejak dari bawah. Mereka merangkak mulai dari band kampus hingga sampai sekarang boleh dikategorikan sebagai band papan atas tanah air.
Beberapa hal yang membuat saya cukup suka dengan grup band Padi antara lain adalah
Hal tersebut adalah beberapa penilaian saya terhadap band Padi. Saya pikir musisi Indonesia, baik yang sudah ternama maupun yang sedang memulai karirnya, belajar pada band ini. Menghadirkan musik dan syair yang mendidik masyarakat, dan memberikan contoh dan citra yang baik bagi para pendengarnya. Bukan sekedar band yang berbicara kesetiaan cinta namun dalam kenyataan hidup sebenarnya penuh dengan pertengkaran dan perselingkuhan.
Saya punya kaset padi sejak album pertama hingga yang terkini (ke-5). Salah satu lagu favorit saya berjudul “Harmony”. Video klip dan syairnya adalah sebagai berikut.
Aku mengenal dikau tak cukup lama, separuh usiaku
Namun begitu banyak pelajaran yang aku terima
Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud harmoni
Segala kebaikan takkan terhapus oleh kepahitan
Kulapangkan resah jiwa karna kupercaya kan berujung indah
Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud harmoni, harmoni, harmoni