Film UP (2009)

Saya ingin memberikan review terhadap film UP yang diproduksi Pixar Animation Videos yang di-release pada bulan May 2009. Film animasi ini, selain memberikan hiburan (entertainment) tetapi juga memberikan nilai moral bagi penontonnya untuk dipelajari dan direnungkan.

Film UP

Film UP

Film ini mengisahkan seorang anak pendiman bernama Carl Fredricksen yang mempunyai hobi sebagai petualang. Suatu ketika dia bertemu dengan gadis tomboi bernama Ellie yang ternyata mempunyai hobi dan kegemaran yang sama, berpetualang. Ellie sempat mengungkapkan kepada Carl bahwa dia ingin memindahkan rumahnya ke Paradise Fall, di Amerika Selatan. Ellie meminta Carl untuk suatu saat mewujudkannya, dan Carl berjanji akan mewujudkannya.

Singkat cerita, Carl dan Ellie menikah. Carl bekerja sebagai penjual balon udara dan penjaga kebun binatang. Mereka tidak dikaruniai anak. Saat usia mulai beranjak tua, mereka memutuskan untuk mulai menabung guna membiayai impiannya ke Paradise Fall. Namun, kebutuhan hidup silih berganti datang, akhirnya impiannya itupun selalu tertunda.

Sampai akhirnya Ellie jatuh sakit dan meninggal dunia. Carl merasa sangat kehilangan dan merindukan istri kesayangannya itu. Hari-hari Carl dilalui dengan sangat hampa.

Kota di mana Carl dan Ellie pernah tinggal kini sudah sangat berkembang. Di sekitar rumah Carl sudah mulai dibangun berbagai gedung bertingkat. Suatu waktu, Carl bertengkar dengan salah satu tukang yang bekerja dalam proyek pembangungan di sebelah rumahnya, hingga Carl melukai tukang tersebut dan Carl dibawa ke pengadilan. Akhirnya Carl diminta untuk meninggalkan rumah tersebut dan tinggal di panti jompo.

Carl akhirnya menurut. Namun, tidak kehilangan akal, dia memakai keahliannya dalam membuat balon udara, untuk mengangkat rumahnya dengan ribuan balon udara kecil yang dijadikan satu. Carl akhirnya terbang bersama rumahnya. Tanpa diduga, ternyata ada seorang pramuka yang masih anak kecil ikut terbawa terbang. Anak tersebut bernama Russel, dia memang sedang mendedikasikan dirinya untuk membantu orang tua/jompo yang membutuhkan bantuan. Sehingga, suatu saat nanti Russel dapat memperoleh lencana penghargaan.

Mereka akhirnya terbang bersama dan sampai di daerah Paradise Fall. Belum sampai di dekat air terjun tersebut, mereka bertemu dua kawan baru. Yang pertama adalah seekor burung raksasa dan seekor anjing yang bisa berbicara. Burung tesebut dinamain Kevin oleh Russel, meskipun akhirnya diketahui ternyata burung itu betina. Selain itu mereka juga bertemu kawanan anjing lain yang ternyata adalah milik Charles Muntz, seorang penjelajah yang sebenarnya adalah tokoh idola Ellie dan Carl.

Carl akhirnya mengetahui niat jahat Charles yang ingin mengambil Kevin si burung langka tersebut. Carl melarikan diri bersama Russel, Kevin, dan si anjing kecil. Mereka tidak begitu saja bebas, Charles berhasil mengambil Kevin. Russel sangat marah kepada Carl karena Carl tidak sepenuh hati menyelamatkan Kevin dari tangan Charles.

Carl memasuki rumah tua yang selama ini dia bawa dengan balon udara. Dia membuka buku petualangan miliknya yang juga milik Ellie. Di dalamnya banyak sekali kenangan indah yang pernah dilalui Carl dan Ellie. Di akhir buku tersebut, Ellie menuliskan ucapan terimakasih kepada Carl karena mereka sudah melalui banyak sekali petualangan indah, dan Ellie berpesan agar Carl melanjutkan dengan petualangan yang baru.

Carl akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan Kevin. Ternyata Russel lebih dulu pergi untuk menyelamatkan Kevin. Merasa Kevin dan si anak kecil Russel dalam bahaya, Carl semakin berbegas mencari mereka. Tibalah akhirnya mereka menemukannya dan terjadi perkelahian sengit antara Carl dan Charles. Carl berhasil menyelamatkan Kevin dan Russel.

Di akhir film tersebut, Carl dan Russel kembali ke kota di Amerika dan mereka bersahabat setelah itu.

Ini adalah plot singkat tentang film tersebut. Dalam dialog dan adegan-adegannya, banyak sekali dijumpai nilai-nilai moral yang bisa dipelajari.

Seorang gadis kecil bernama Colbie Curtin, yang menderita kanker dan menjalani masa-masa akhir hidupnya, meminta menonton film UP sebagai permintaan terakhir dalam hidupnya. Colbie sangat ingin menonton film ini. Dia katakan, “Aku sudah siap mati, tapi aku ingin menunggu film tersebut.” Setelah akhirnya bisa menonton film UP, Colbie pun meninggal dengan tenang. Sumber: link

Mungkin masih banyak sekali dampak positif yang dibawa oleh film ini. Apapun karya kita, kalau memang dikerjakan dengan sungguh-sungguh pun dapat membawa kebaikan bagi orang lain.

Saya masih berharap industri perfilman di Indonesia semakin maju dan semakin menyajikan film-film berkualitas. Yang membawa pesan moral. Yang memberikan dampak positif bagi penontonnya. Sehingga tidak lagi banyak film-film yang hanya mengumbar bentuk tubuh pemainnya, ataupun sekedar menyajikan efek horror yang sebenarnya sangat tidak mendidik.

Meskipun film ini seakan-akan adalah untuk anak kecil, namun saya merekomendasikan para kaum dewasa untuk menonton dan belajar dari film ini.

This entry was posted in Film. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>